A. Definisi dokumentasi keperawatan
Dokumentasi
keperawatan adalah informasi tertulis tentang status dan perkembangan
kondisi kesehatan pasien serta semua kegiatan asuhan keperawatan yang
dilakukan oleh perawat ( Koezier dkk, 2010 ).
Dokumentasi
keperawatan merupakan media komunikasi yang efektif antar profesi dalam
suatu tim pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk melihat dan
menganalisa perkembangan kondisi pasien, untuk perencanaan perawatn
pasien,sebagai indikator kualitas pelayanan kesehatan,sumber data untuk
penelitian dalam pengembangan keperawatan, pertanggung gugatan
pelaksanaan asuhan keperawatan serta sebagai sarana pendidikan bagi
mahasiswa keperawatan ( Manurung,2011).
Dalam
memberikan asuhan keperawatan kepada pasien, perawat harus menyadari
pentingnya dokumentasi asuhan keperawatan kepada pasien, sebagai
pertanggung jawaban dan pertanggung gugatan pelaksanaan asuhan
keperawatan serta untuk menjamin pelaksanaan asuhan dapat berlangsung
kontinue dan akurat. Dengan demikian diharapkan asuhan keperawatan yang
diberikan kepada pasien dapat optimal dan berkualiatas.
B.Tujuan dan Manfaat Dokumentasi Keperawatan
Menurut (Hutahaean,2010) tujuan dokumentasi keperawatan adalah :
1. Sebagai bukti kualitas asuhan keperawatan
2. Bukti legal dokumentasi sebagai pertanggung jawaban perawat kepada klien.
3. Menjadi sumber informasi terhadap perlindungan individu.
4. Sebagai bukti aplikasi standard praktek keperawatan.
5. Sebagai sumber informasi statistik untuk standard dan riset keperawatan.
6. Dapat mengurangi biaya informasi terhadap pelayan kesehatan.
7. Sumber informasi untuk data yang harus dimasukkan dalam dokumen keperawatan yang lain sesuai dengan yang dibutuhkan.
8. Komunikasi konsep resiko asuhan keperawatan.
9. Informasi untuk peserta didik keperawatan.
10. Menjaga kerahasiaan informasi klien.
11. Sebagai sumber data perencanaan pelayanan kesehatan dimasa yang akan datang.
Menurut (Hutahaean,2010) manfaat dokumentasi keperawatan adalah :
1. Bernilai
hukum, yaitu : dokumentasi keperawatan dapat dijadikan sebagi bukti
dalam persoalan yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan yang
diberikan kepada klien yang bersangkutan.
2. Kualitas
pelayanan, yaitu : memberi kemudahan dalam menyelesaikan masalah
pelayan kesehatan, sehingga tercapai pelayan kesehatan yang berkualitas.
3. Sebagai alat komunikasi, yaitu : sebagai alat perekam terhadap masalah yang berkaitan dengan klien.
4. Terhadap keuangan, yaitu : sebagai acuan atau pertimbangan dalam biaya perawatan klien.
5. Terhadap pendidikan, yaitu : sebagai bahan atau referensi pembelajaran bagi peserta didik.
6. Terhadap penilitian, yaitu : sebagai bahan atau objek riset dalam pengembangan profesi keperawatan.
7. Untuk
akreditasi, yaitu : sebagai acuan untuk mengetahui sejauh mana peran
dan fungsi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien.
C. Prinsip – prinsip Dokumentasi Keperawatan
Menurut (Hutahaean,2010) Pendokumentasian keperawatan perlu dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Dokumentasi
harus dilakukan segera setelah selesai melakukan kegiatan keperawatan,
yaitu mulai dari pengkajian pertama, diagnosa keperawatan, rencana dan
tindakan serta evaluasi keperawatan.
2. Bila memungkinkan, catat setiap respon klien ataupun keluarga tentang informasi atau data yang penting mengenai keadaannya.
3. Pastikan kebenaran setaiap data yang akan dicatat .
4. Data
pasien harus objektif dan bukan penafsiran perawat. Dalam hal ini
perawat mencatat apa yang dilihat dari respon klien pada saat merawat
pasien, mulai dari pengkajian, diagnosa keperawatan, rencana dan
tindakan serta evaluasi keperawatan.
5. Dokumentasikan
dengan baik apabila terjadi perubahan kondisi atau munculnya masalah
baru, serta respon klien terhadap bimbingan perawat.
6. Hindari dokumentasi yang baku, karna sifat individu pada pasien adalah unik dan setiap pasien mempunyai masalah yang berbeda.
7. Hindari penggunaan istilah penulisan yang tidak jelas dari setiap catatn yang dicatat.
8. Data harus ditulis secara sah dengan menggunakan tinta dan jangan menggunakan pensil,agar tidak mudah dihapus.
9. Untuk
memperbaiki kesalahan dalam pencatatan atau salah tulis, sebaiknya data
yang salah di coret dan diganti dengan data yang benarnya, kemudian
ditanda tangani.
10. Untuk setiap kegiatan dokumentasi, cantumkan waktu, tanda tangan, dan nama jelas penulis.
11. Wajib membaca setiap tulisan dari anggota tim kesehatan yang lain, sebelum menulis data terakhir yang akan dicatat.
12. Dokumentasi harus dibuat dengan tepat, jelas dan lengkap.
D. Dokumentasi Keperawatan Anak.
Dokumentasi
perawatan anak merupakan dokumentasi kelompok khusus dalam proses
keperawatan yang di tulis berdasarkan kondisi anak berusia mulai dari 28
hari, sampai 18 tahun yang harus dicatat secara akurat, konsisten, dan
komprehensif. Dalam hal ini pendekatan keperawatan pada anak berfokus
pada masalah pertumbuhan dan perkembangan anak, semua aspek
biopsikososial dan spiritual anak (Hutahaean,2010)
Pendokumentasian ini berpedoman pada pengkajian keperawatan anak sesui dengan :
1. Tingkat pertumbuhan fisik anak.
2. Psikologis dan emosional anak.
3. Pengkajian keluarga (orang tua, dan orang yang berpengaruh lainnya).
4. Pengkajian pada kegiatan bermain anak.
Hal-hal yang perlu di catat pada keperawatan anak adalah :
1. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan anak.
2. Psikologis ( dalam kemampuan fungsional).
3. Komunikasi dengan anggota keluarga atau orang yang dianggap penting terhadap perawatan anak.
4. Ringkasan medik tentang kesehatan anak.
5. Masalah yang dialami anak.
6. Aktivitas keperawatan yang diberikan kepada anak ( rencana dan tindakan keperawatan ).
7. Evaluasi atau respon anak terhadap asuhan keperawatan yang diberikan.
Proses
keperawatan pada perawatan anak diperlukan pengkajian keluarga,orang
tua dan orang yang berpengaruh lainnya serta pengkajian anak bermain.
Dokumentasi ini menngunakan alat pengkajian dan pencatatan yang
merefleksikan tingkat perkembangan, validasi data anak serta keluhan
umum. Proses keperawatan pada perawatan anak sama dengan proses
keperawatan secara umum. Dengan demikian pendokumentasian proses
keperawatan pada anak sama dengan pendokumentasian proses keperawatan
secara umum, yang meliputi pendokumentasian dari pengkajian, diagnosa
keperawatan, rencana dan tindakan serta evaluasi keperawatan pada anak.
(Kemenkes 2010)
E. Pendokumentasaian Proses Keperawatan pada Tatanan Keperawatan Anak
1. Pengkajian
Pengkajian
adalah tahap awal dari proses keperawatan dan merupakan suatau proses
yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk
mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien
(Nursalam,2007).
Dokumentasi
pengkajian ditujukan pada data klinik dimana perawat dapat mengumpulkan
dan mengorganisir dalam catatan kesehatan. Format pengkajian meliputi
data dasar, flow sheets dan catatan perkembangan lainnya memungkinkan
dapat dijadikan sebagai alat komunikasi bagi tenaga keperawatan atau
kesehatan lainnya.
FORMAT PENGKAJIAN
PADA TATANAN KEPERAWATAN ANAK
I. Biodata
A. Identitas Klien
1. Nama/Nama panggilan :
2. Tempat tgl lahir/usia :
3. Jenis kelamin :
4. Agama :
5. Pendidikan :
6. Alamat :
7. Tgl masuk : (jam ........)
8. Tgl pengkajian :
9. Diagnosa medik :
10. Rencana terapi :
B. Identitas Orang tua
1. Ayah
a. N a m a :
b. U s i a :
c. Pendidikan :
d. Pekerjaan/sumber penghasilan :
e. Agama :
f. Alamat :
2. Ibu
a. Nama :
b. Usia :
c. Pendidikan :
d. Pekerjaan/Sumber penghasilan:
e. Agama :
f. Alamat :
C. Identitas Saudara Kandung
NO.
| NAMA |
USIA
|
HUBUNGAN
|
STATUS KESEHATAN
|
II. Riwayat Kesehatan
A. Riwayat Kesehatan Sekarang :
Keluhan Utama :
Riwayat Keluhan Utama :
Keluhan Pada Saat Pengkajian :
B. Riwayat Kesehatan Lalu (khusus untuk anak usia 0 – 5 tahun)
1. Prenatal care
a. Ibu memeriksakan kehamilannya setiap minggu di………….......
Keluhan selama hamil yang dirasakan oleh ibu, tapi oleh dokter dianjurkan untuk .....................
b. Riwayat terkena radiasi :
c. Riwayat berat badan selama hamil :
e. Riwayat Imunisasi TT :
f. Golongan darah ibu :
g. Golongan darah ayah :
2. Natal
a, Tempat melahirkan :
b. Jenis persalinan :
c. Penolong persalinan :
e. Komplikasi yang dialami oleh ibu pada saat melahirkan dan setelah melahirkan :
3. Post natal
a. Kondisi bayi :
b. Anak pada saat lahir tidak mengalami :
(Untuk semua Usia)
1) Klien pernah mengalami penyakit : …......... pada umur : ………….. diberikan obat oleh :
2) Riwayat kecelakaan :
3) Riwayat mengkonsumsi obat-obatan berbahaya tanpa anjuran dokter dan menggunakan zat/subtansi kimia yang berbahaya :
4) Perkembangan anak dibanding saudara-saudaranya :
C. Riwayat Kesehatan Keluarga
1. Genogram
Ket :
III. Riwayat Immunisasi (imunisasi lengkap)
NO
|
Jenis immunisasi
|
Waktu pemberian
|
Frekuensi
|
Reaksi setelah pemberian
|
Frekuensi
|
1.
|
BCG
| ||||
2.
|
DPT (I,II,III)
| ||||
3.
|
Polio (I,II,III,IV)
| ||||
4.
|
Campak
| ||||
5.
|
Hepatitis
|
IV. Riwayat Tumbuh Kembang
A. Pertumbuhan Fisik
1. Berat badan : ………………kg
2. Tinggi badan :…………….. cm.
3. Waktu tumbuh gigi,Tanggal,Jumlah gigi,berapa buah :
B. Perkembangan Tiap tahap
Usia anak saat
1.Berguling : …………… bulan
2.Duduk : …………… bulan
3.Merangkak : …………… bulan
4.Berdiri : …………… tahun
5.Berjalan : …………… tahun
6.Senyum kepada orang lain pertama kali : …….…… tahun
7.Bicara pertama kali : …………… tahun dengan menyebutkan : ……………
8.Berpakaian tanpa bantuan : ……………
V. Riwayat Nutrisi
A. Pemberian ASI :
B. Pemberian susu formula
1. Alasan pemberian :
2. Jumlah pemberian :
3. Cara pemberian :
Pola perubahan nutrisi tiap tahap usia sampai nutrisi saat ini
Usia
|
Jenis Nutrisi
|
Lama Pemberian
|
VI. Riwayat Psikososial
1. Anak tinggal bersama : .............. di : ........................
2. Lingkungan berada di :
3. Rumah dekat dengan : ..............................................., tempat bermain ................................................
4. kamar klien :
5. Rumah ada tangga :
6. Hubungan antar anggota keluarga :
7. Pengasuh anak :
VII. Riwayat Spiritual
1. Support sistem dalam keluarga :
2. Kegiatan keagamaan :
VIII. Reaksi Hospitalisasi
A. Pengalaman keluarga tentang sakit dan rawat inap
1) Ibu membawa anaknya ke RS karena :
2) Apakah dokter menceritakan tentang kondisi anak : - Perasaan orang tua saat ini :
3) Orang tua selalu berkunjung ke RS :
- Yang akan tinggal dengan anak :
B. Pemahaman anak tentang sakit dan rawat inap :
X. Aktivitas sehari-hari
A. Nutrisi
Kondisi
|
Sebelum Sakit
|
Saat Sakit
|
1. Selera makan
|
B. Cairan
Kondisi
|
Sebelum Sakit
|
Saat Sakit
|
1. Jenis minuman
2. Frekuensi minum
3. Kebutuhan cairan
4. Cara pemenuhan
|
C. Eliminasi (BAB&BAK)
Kondisi
|
Sebelum Sakit
|
Saat Sakit
|
1. Tempat pembuangan
2. Frekuensi (waktu)
3. Konsistensi
4. Kesulitan
5. Obat pencahar
|
D. Istirahat tidur
Kondisi
|
Sebelum Sakit
|
Saat Sakit
|
1. Jam tidur
- Siang
- Malam
2. Pola tidur
3. Kebiasaan sebelum tidur
4. Kesulitan tidur
|
E. Olah Raga
Kondisi
|
Sebelum Sakit
|
Saat Sakit
|
1. Program olah raga
2. Jenis dan frekuensi
3. Kondisi setelah olah raga
|
F. Personal Hygiene
Kondisi
|
Sebelum Sakit
|
Saat Sakit
|
1. Mandi
- Cara
- Frekuensi
- Alat mandi
2. Cuci rambut
- Frekuensi
- Cara
3. Gunting kuku
- Frekuensi
- Cara
4. Gosok gigi
- Frekuensi
- Cara
|
G. Aktifitas/Mobilitas Fisik
Kondisi
|
Sebelum Sakit
|
Saat Sakit
|
1. Kegiatan sehari-hari
2. Pengaturan jadwal harian
3. Penggunaan alat Bantu aktifitas
4. Kesulitan pergerakan tubuh
|
H. Rekreasi
Kondisi
|
Sebelum Sakit
|
Saat Sakit
|
1. Perasaan saat sekolah
2. Waktu luang
3. Perasaan setelah rekreasi
4. Waktu senggang klg
5. Kegiatan hari libur
|
XI. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum :
2. Kesadaran :
3. Tanda – tanda vital :
a. Tekanan darah : ................... mmHg
b. Denyut nadi : ................... x / menit
c. Suhu : ...................o C
d. Pernapasan : ................... x/ menit
4. Berat Badan :
5. Tinggi Badan :
6. Kepala
Inspeksi
Keadaan rambut & Hygiene kepala :
a. Warna rambut :
b. Penyebaran :
c. Mudah rontok :
d. Kebersihan rambut :
Palpasi
Benjolan : ada / tidak ada :
Nyeri tekan : ada / tidak ada :
Tekstur rambut : kasar/halus :
7. Muka
Inspeksi
a. Simetris / tidak :
b. Bentuk wajah :
c. Gerakan abnormal :
d. Ekspresi wajah :
Palpasi
Nyeri tekan / tidak :
Data lain :
8. Mata
Inspeksi
a. Pelpebra : Edema / tidak
Radang / tidak
b. Sclera : Icterus / tidak
c. Conjungtiva : Radang / tidak
Anemis / tidak
d. Pupil : - Isokor / anisokor
- Myosis / midriasis
- Refleks pupil terhadap cahaya :
e. Posisi mata :
Simetris / tidak :
f. Gerakan bola mata :
g. Penutupan kelopak mata :
h. Keadaan bulu mata :
i. Keadaan visus :
j. Penglihatan : - Kabur / tidak
- Diplopia / tidak
Palpasi
Tekanan bola mata :
Data lain :
9. Hidung & Sinus
Inspeksi
a. Posisi hidung :
b. Bentuk hidung :
c. Keadaan septum :
d. Secret / cairan :
Data lain :
10. Telinga
Inspeksi
a. Posisi telinga :
b. Ukuran / bentuk telinga :
c. Aurikel :
d. Lubang telinga : Bersih / serumen / nanah
e. Pemakaian alat bantu :
Palpasi
Nyeri tekan / tidak
Pemeriksaan uji pendengaran
a. Rinne :
b. Weber :
c. Swabach :
Pemeriksaan vestibuler :
Data lain :
Mulut
Inspeksi
f. Gigi
- Keadaan gigi :
- Karang gigi / karies :
- Pemakaian gigi palsu :
g. Gusi
Merah / radang / tidak :
h. Lidah
Kotor / tidak :
i. Bibir
- Cianosis / pucat / tidak :
- Basah / kering / pecah :
- Mulut berbau / tidak :
- Kemampuan bicara :
Data lain :
11. Tenggorokan
a. Warna mukosa :
b. Nyeri tekan :
c. Nyeri menelan :
12. Leher
Inspeksi
Kelenjar thyroid : Membesar / tidak
Palpasi
a. Kelenjar thyroid : Teraba / tidak
b. Kaku kuduk / tidak :
c. Kelenjar limfe : Membesar atau tidak
Data lain :
13. Thorax dan pernapasan
a. Bentuk dada :
b. Irama pernafasan :
c. Pengembangan di waktu bernapas :
d. Tipe pernapasan :
Data lain :
Palpasi
a. Vokal fremitus :
b. Massa / nyeri :
Auskultasi
a. Suara nafas : Vesikuler / Bronchial / Bronchovesikuler
b. Suara tambahan : Ronchi / Wheezing / Rales
Perkusi
Redup / pekak / hypersonor / tympani
Data lain :
14. Jantung
Palpasi
Ictus cordis :
Perkusi
Pembesaran jantung :
Auskultasi
a. BJ I :
b. BJ II :
c. BJ III :
d. Bunyi jantung tambahan :
Data lain :
15. Abdomen
Inspeksi
a. Membuncit :
b. Ada luka / tidak :
Palpasi
a. Hepar :
b. Lien :
c. Nyeri tekan :
Auskultasi
Peristaltik :
Perkusi
a. Tympani :
b. Redup :
Data lain :
16. Genitalia dan Anus :
17. Ekstremitas
Ekstremitas atas
a. Motorik
- Pergerakan kanan / kiri :
- Pergerakan abnormal :
- Kekuatan otot kanan / kiri :
- Tonus otot kanan / kiri :
- Koordinasi gerak :
b. Refleks
- Biceps kanan / kiri :
- Triceps kanan / kiri :
c. Sensori
- Nyeri :
- Rangsang suhu :
- Rasa raba :
Ekstremitas bawah
a. Motorik
- Gaya berjalan :
- Kekuatan kanan / kiri :
- Tonus otot kanan / kiri :
b. Refleks
- KPR kanan / kiri :
- APR kanan / kiri :
- Babinsky kanan / kiri :
c. Sensori
- Nyeri :
- Rangsang suhu :
- Rasa raba :
Data lain :
18. Status Neurologi.
Saraf – saraf cranial
a. Nervus I (Olfactorius) : penghidu :
b. Nervus II (Opticus) : Penglihatan :
c. Nervus III, IV, VI (Oculomotorius, Trochlearis, Abducens)
- Konstriksi pupil :
- Gerakan kelopak mata :
- Pergerakan bola mata :
- Pergerakan mata ke bawah & dalam :
d. Nervus V (Trigeminus)
- Sensibilitas / sensori :
- Refleks dagu :
- Refleks cornea :
e. Nervus VII (Facialis)
- Gerakan mimik :
- Pengecapan 2 / 3 lidah bagian depan :
f. Nervus VIII (Acusticus)
Fungsi pendengaran :
g. Nervus IX dan X (Glosopharingeus dan Vagus)
- Refleks menelan :
- Refleks muntah :
- Pengecapan 1/3 lidah bagian belakang :
- Suara :
h. Nervus XI (Assesorius)
- Memalingkan kepala ke kiri dan ke kanan :
- Mengangkat bahu :
i. Nervus XII (Hypoglossus)
- Deviasi lidah :
Tanda – tanda perangsangan selaput otak
a. Kaku kuduk :
b. Kernig Sign :
c. Refleks Brudzinski :
d. Refleks Lasegu :
Data lain :
XI. Pemeriksaan Tingkat Perkembangan (0 – 6 Tahun )
Dengan menggunakan DDST
1. Motorik kasar
2. Motorik halus
3. Bahasa
4. Personal social
XII. Test Diagnostik
= Laboratorium :
= Foto Rotgen, CT Scan, MRI, USG, EEG, ECG :
XIII. Terapi saat ini (ditulis dengan rinci)
2. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah keputusan
klinis tentang respon individu, keluarga, atau komunitas terhadap
masalah kesehatan/proses hidup yang aktual maupun potensial (NANDA,1990),diagnosa
keperawatan memberikan dasar pemilihan intervensi yang menjadi tanggung
gugat perawat. perumusan diagnosa keperawatan digunakan dalam proses
pemecahan masalah. Melalui indentifikasi, dapat digambarkan berbagai
masalah keperawatan yang membutuhkan asuhan keperawatan. disamping itu,
dengan menentukan atau menyelidiki etiologi masalah,akan dapat dijumpai
faktor yang menjadi kendala atau penyebab. Dengan menggambarkan tanda
dan gejala, akanmemperkuat masalah yang ada. Adapun komponen diagnosa
keperawatan adalah problem, etiologi symptom. Dokumentasi keperawatan
merupakan catatan tentang penilaian klinis dari respons individu,
keluarga, atau komunitas terhadap masalah kesehatan atau proses
kehidupan baiak aktual maupun potensial. (Nursalam,2007).
3. Rencana Keperawatan
Perencanaan
adalah bagian dari fase pengorganisasian dalam proses keperawatan yang
meliputi tujuan perawatan, penetapan pemecahan masalah, dan menentukan
tujuan perencanaan untuk mengatasi masalah pasien ( Nursalam,2007).
Prinsip mendokumentasikan perencanaan keperawatan pada tatanan keperawatan anak :
1) Memahami konsep dan karakteristik tum-bang anak.
2) Memahami hubungan anak dengan pengasuh
3) Melibatkan keluarga.
4) Orientasi
5) Menciptakan lingkungan yang kondusif
6) Meminimalkan trauma fisik.
7) Universal precaution
8) Membantu keperluan pasien.
4. Implementasi Keperawatan
Implementasi
yang merupakan komponen dari proses keperawatan adalah katagori dari
perilaku untuk mencapai tujuan dan hasil yang diperkirkan dari asuhan
keperawatan dilakukan dan diselesaikan dalam teori, implementasi dari
rencana asuhan keperawatan menikuti komponen perencanaan darinproses
keperawatan. namun demikian, di banyak lingkungan perawatan kesehatan,
implementasi mungkin dimulai ecara langsung setelah pengkajian (
Nursalam,2007 )
Implementasi
dilakukan dengan cara menerapkan intervensi yang dipilih dan melkukan
umpan balik. Adapun prinsip implementasi keperawatan pada tatanan
keperawatan anak :
1) Jangan menawarkan pilihan apakah bersedia dilakukan tindakan atau tidak.
2) Beri kesempatan anak memilih tempat dilakukannya tindakan.
3) Jangan membohongi anak bahwa tindakan yang akan dilakukan tidak menimbulkan rasa sakit.
4) Jelaskan tindakan secara singkat dan sederhana.
5) Perkenankan anak untuk mengeluh/menangis jika terasa sakit.
6) Jangan berbisik kepada perawat lain atau keluarga di depan anak.
7) Berpikir positif dan asertif.
8) Waktu tindakan sesingkat mungkin
9) Libatkan keluarga.
5. Evaluasi
Evaluasi
adalah tahap akhir dari proses keperawatan yang merupakan perbandingan
yang sistematis dan terencana antara hasil akhir yang teramati dan
tujuan atau kriteria hasil yang dibuat pada tahap perencanaan. Evaluasi
dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan klien dan tenaga
kesehatan lainnya. Jika hasil evaluasi menunjukkan tercapainya tujuan
dan ktriteria hasil, klien bisa keluar dari siklus keperawatan. jika
sebaliknya, klien akan masuk kemabali ke dalam siklus tersebut mulai
dari pengkajian ulang (reassesment) (Koezier,dkk,2010).
Tugas
Perawat disini mengumpulkan, mensortir, dan menganalisis data untuk
menentukan apakah tujuan tercapai, perlu modifikasi rencana, perlu
alternatif.